Jaket sauna merupakan pakaian olahraga tahan air yang mampu menahan panas dan keringat tubuh. Terutama saat seseorang sedang melakukan aktivitas olahraga. Oleh sebab itu, jika sedang olahraga, maka penggunaan jaket satu ini sangat penting. Pasalnya, panas dan keringat nantinya akan menumpuk di dalam jaket yang digunakan tersebut. Tak heran, banyak orang memilih jaket ini sebagai solusi untuk menurunkan berat badan.

Beberapa Manfaat Jaket Sauna
Beberapa perusahaan yang menjual jaket ini menyebutkan ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh. Contohnya penurunan berat badan dan detoksifikasi melalui keringat. Akan tetapi, klaim ini sebenarnya masih belum disetujui oleh banyak ahli. Pasalnya, mereka menyebutkan bahwa jaket sauna yang digunakan bisa menyebabkan dehidrasi bahkan hipertermia.
Oleh karena sebab itu, mencari tahu manfaat sebenarnya dari penggunaan jaket ini dan tips aman menggunakannya ketika berolahraga sangat penting. Berikut beberapa manfaat yang bisa diketahui:
Meningkatkan Kinerja Atletik Secara Signifikan
Mengutip artikel dari Core Training Tips, Lance C. Dalleck, Ph.D., menemukan fakta bahwa jaket sauna bermanfaat untuk meningkatkan kinerja atletik secara signifikan. Secara khusus, seseorang bisa mulai berkeringat lebih cepat. Mereka akan mengalami peningkatan volume plasma, serta VO2 maks yang cenderung lebih tinggi.
Akan tetapi, jika bukan atlet profesional, maka data ini mungkin tidak berarti banyak. Inilah alasan mengapa para ahli lebih menggarisbawahi efek yang terjadi ketika menggunakan jaket ini. Pasalnya, seseorang bisa dengan mudah mengalami dehidrasi dan hipertermia.
Membantu Menurunkan Berat Badan
Mereka yang berolahraga dalam jaket sauna dapat menurunkan 2,6 persen berat badan dan 13,8 persen lemak tubuh. Hal ini tentu dibandingkan dengan masing-masing 0,9 persen dan 8,3 persen pada mereka yang berolahraga dengan peralatan biasa. Pemakaian jaket ini juga bisa meningkatkan tingkat metabolisme sehingga mampu menurunkan berat badan lebih cepat.
Kendati demikian, penelitian mengenai penggunaan jaket ini memang masih terbatas. Jika seseorang tidak terbiasa berolahraga, maka bisa cepat membuat tubuh dehidrasi dan mengalami hipertermia.
Melihat review dari akun TikTok dr. Fajar Sutrisna Himawan MM, penggunaan jaket sauna memang menjadi favorit untuk menurunkan berat badan. Pasalnya, jaket ini mampu mengeluarkan keringat lebih banyak. Namun, beliau juga menekankan betapa pentingnya penggunaan jaket dengan benar. Pasalnya, jika tidak diimbangi dengan minum yang cukup, maka akan menyebabkan dehidrasi hingga kram otot dan hipotermia.
Perbedaan Jaket Sauna dengan Parasut
Jawaban dari pertanyaan apakah jaket sauna dan parasut sama adalah berbeda. Jaket sauna umumnya berbahan polymer. Sedangkan jaket parasut berbahan polyester. Polymer bersifat menahan panas, bukan menciptakan panas seperti bahan wool.
Dengan bahan polymer, maka panas yang keluar dari tubuh tidak keluar dari jaket dan memberikan efek sauna secara alami karena tertahan antara kulit dan jaket. Selain itu, sifatnya tahan air namun tidak nyaman jika tujuannya digunakan untuk melindungi dari hujan. Hal ini mengingat badan akan tetap basah oleh keringat.
Di sisi lain, jaket parasut dengan polyester sifatnya mampu menahan angin. Ini artinya menahan bukan menghalangi 100%. Biasanya polyester digunakan sebagai pelapis luar karena materialnya ringan dan bukan lapisan utama. Umumnya digunakan sebagai lapisan luar dari jaket windbreaker ekonomis yang didalamnya ada lapisan penghangat seperti dacron atau bulu angsa.
Panduan Menggunakan Jaket Sauna untuk Olahraga
Meski masih menjadi bahan perdebatan mengenai penggunaan jaket sauna, namun seseorang bisa mengikuti panduan aman menggunakannya berikut ini.
1. Tetap Harus Terhidrasi
Pengguna jaket sauna tidak bisa mengharapkan tubuh nyaman sebagaimana mestinya jika tidak minum cukup air. Untuk itu, pastikan minum segelas air sebelum berolahraga. Akan tetapi, jangan mencoba minum terlalu banyak sekaligus, dan fokuslah pada jumlah kecil dan sering.
2. Tetap Pahami yang Tubuh Rasakan
Jika berkeringat terlalu banyak, maka pastikan cukup terhidrasi. Jika mulai merasa pusing atau lemah, maka hentikan latihan. Kelelahan karena panas bisa menjadi efek samping dari mengenakan jaket satu ini. Jadi, pengguna harus yakin bahwa tidak memaksakan diri terlalu keras.
3. Buat Rencana Latihan
Seseorang harus membiarkan tubuh beradaptasi untuk berolahraga dengan jaket sauna. Ini berarti memulai secara perlahan. Mereka bisa mencoba melakukan olahraga tiga sampai lima kali seminggu, dan memulainya dengan 10–15 menit. Lalu, tambahkan hingga 60 menit selama sekitar satu bulan ke depan.
Penggunaan jaket sauna yang benar, bisa menjadi aksesoris tambahan yang tepat untuk rutinitas latihan apa pun. Untuk itu, pastikan tetap melakukannya dengan aman, dan jangan berharap tubuh dapat segera mengalami penurunan berat badan yang cepat hanya dalam semalam. Nikmati prosesnya dan rasakan manfaat tubuh yang lebih ramping di kemudian hari. /Estri



